Filsafat Praksis Antonio Gramsci: Dari Kritik sampai Konsep Hegemoni

Prisca, Yuventia (2016) Filsafat Praksis Antonio Gramsci: Dari Kritik sampai Konsep Hegemoni. Masters thesis, Driyarkara School of Philosophy.

[img] Text (Titlepage, Contents, Abstract, Bibliography)
PRISCA.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Memasuki awal abad 20 sosialisme yang diramalkan Karl Marx akan menggantikan kapitalisme tidak juga kunjung nyata di Barat. Sosialisme telah gagal di Barat. Kegagalan ini merangsang permenungan intelektual tokoh Marxis asal Italia, Antonio Gramsci untuk memeriksa Marxisme dalam kedudukannya sebagai pandangan dunia menyeluruh dan pedoman dasar kaum buruh. Secara khusus Gramsci memeriksa mazhab Marxisme ortodoks sebagai arus utama penafsiran Marxisme di zaman itu yang salah satunya direpresentasikan oleh Popular Manual karya Nikolai Bukharin. Refleksi Gramsci terhadap Popular Manual sebagai buah pikiran Marxisme ortodoks menghasilkan dua ide pokok: (1) Marxisme yang dirumuskan Bukharin sebagai teori obyektif ilmiah ternyata tidak memadai untuk mengkongretkan sosialisme, (2) dan karena itu bagi Gramsci, Marxisme ortodoks mesti dikoreksi dan diperbarui. Hal ini semuanya mengarah kepada pemahaman hahwa transformasi sosial kepada tatanan sosialisme, menurut Gramsci, mutlak membutuhkan pandangan Marxisme baru baik pada wilayah teoritis maupun praksis yang lebih relevan dan memadai dengan situasi sosial di Barat. Oleh karena itu, tujuan penulisan tesis ini hendak mengetahui gagasan-gagasan Filsafat praksis Gramsci pada dua wilayah ini. Tesis ini sendiri dimulai dengan kritik Gramsci. Dengan menggunakan lensa idealisme Benedetto Croce, Gramsci mengkritik keras paham determinisme ekonomi yang dipegang kuat oleh Marxisme ortodoks karena paham ini pada akhirnya menempatkan kelas buruh terbatas hanya sebagai obyek hukum. Hal ini bagi Gramsci adalah akibat penafsiran Marxisme ortodoks secara metafisis dan dogmatis atas dasar asas materialism vulgar (Bab II). Kritik Gramsci membuahkan kesadaran baru terhadap kedudukan kelas buruh bahwa kaum buruh tidak lagi obyek, melainkan subyek sejarah karena dimungkinkan dari relasi dialektis faktor ekonomi dan politik yang sama sekali berbeda dan karena itu pula menyingkirkan konsep determinisme sejarah sebagai gagasan pokok teoritis-filosofis filsafat praksis Gramsci (Bab III). Kelas buruh sebagai subyek dan kelas sosial masa depan guna menancapkan sosialisme, dalam arti itu, mesti mengorganisir perjuangannya di dalam langkah politik yang dipahami Gramsci di dalam strategi politik hegemoni (Bab IV) sebagai gagasan filsafat praksis di wilayah praksis-politik. Melalui pemikiran filsafat praksis, Gramsci hendak menegaskan bahwa proses realisasi sosialisme di Barat mesti bergerak baik di tataran filosofis (teoritis) maupun politis (praksis). Dalam arti ini pula, Gramsci telah memberikan sumbangan berharga bagi Marxisme yang penting untuk dipelajari hingga saat ini dan pada masa depan (Bab V). Kata-kata Kunci: Marxisme ortodoks, Sosiologi/Marxisme ilmiah, Determinisme Ekonomis, Positivisme, Materialisme Vulgar, Absolut Historis Absolut Humanis, Relasi Dialektis, Struktur-Superstruktur, Momen Katarsis, Hegemoni, Kaum Intelektual Organik, Partai Politik, Civil Society, Common Sense, Regulated Society, National-popular.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat
Depositing User: ThM .-
Date Deposited: 14 Mar 2022 08:09
Last Modified: 14 Mar 2022 08:09
URI: http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/561

Actions (login required)

View Item View Item