Magnis-Suseno, Franz (2023) Hegel: Arbeit Macht Frei! Betulkah? In: Philosophy Course - Driyarkara School of Philosophy, February 19, 2023, Jakarta. (Unpublished)
|
Text (Philosophy Course Material)
2023-FEB-19-Hegel Arbeit macht frei.pdf - Accepted Version Download (4MB) |
Abstract
Dalam suatu teks termasyur Georg Wilhelm Friedrich Hegel menjelaskan dialektika "tuan – budak": Karena tuan menjadi tergantung dari budak, akhirnya budak akan menjadi tuan. Karl Marx bertolak dari teks Hegel itu, tetapi mengangkat kritik mendasar: Untuk membebaskan budak, tak cukup mengubah cara berpikir tentang budak. Yang perlu adalah suatu revolusi. Marx yakin bahwa kapitalisme, bentuk tuan-budak akhir, akan melahirkan revolusi karena kontradiksinya sendiri. Ternyata kapitalisme malah semakin kuat. Maka sosialisme pecah. Sebagian memilih memperjuangkan sosialisme secara demokratis. Tetapi Lenin menolak itu sebagai ilusi. Yang diperlukan adalah suatu partai revolusioner yang merebut kekuasaan dan mendirikan "kediktatoran proletariat" di mana partai komunis membangun sosialisme dari atas. Tulisan ini mau menunjukkan bahwa pemikiran baik Hegel, Marx dan Lenin bersifat ideologis dan justru tidak membebaskan para budak. Dengan mengambil contoh Ajaran Sosial Gereja Katolik diperlihatkan bahwa para budak hanya dapat dibebaskan dengan membuat nyata keyakinan-keyakinan moral dasar manusia, khususnya tentang solidaritas dan keadilan sosial, hak asasi manusia dan demokrasi.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Lecture) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat |
| Depositing User: | ThM .- |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 14:44 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 14:44 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2707 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
