Soedarsono, Hendra (2025) Interpretasi Agama Pada Era Pascamodern Berdasarkan Pemikiran Gianni Vattimo. Masters thesis, Driyarkara School of Philosophy.
|
Text (Titlepage, contents, abstract, First Chapter, Bibliography)
TSS-HENDRA.pdf - Published Version Download (667kB) |
Abstract
Tesis ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengevaluasi gagasan dari pemikiran Gianni Vattimo mengenai iman pascametafisik melalui kerangka pensiero debole (pemikiran lemah). Penelitian ini berangkat dari status quaestionis mengenai krisis legitimasi struktur metafisika dalam agama modern, terutama ketika klaim kebenaran absolut tidak lagi dapat diterima dalam konteks pascamodern. Pada titik ini, muncul pertanyaan tentang bagaimana iman dapat dipahami tanpa bersandar pada fondasi metafisis yang kaku, namun tetap mempertahankan relevansi religiusnya. Metode yang digunakan adalah analisis hermeneutis dan studi tekstual terhadap karya-karya utama Vattimo, serta penelusuran terhadap akar pemikirannya melalui nihilisme Nietzsche dan kritik ontoteologi Heidegger. Melalui pendekatan ini, penelitian menelusuri bagaimana Vattimo menolak struktur metafisis yang kaku dan absolut, dan mengusulkan sebuah pendekatan baru yang terbuka terhadap interpretasi dengan membangun hermeneutika iman yang membebaskan dari otoritarianisme agama. Vattimo juga merumuskan hubungan antara sekularisasi, kenosis, dan iman sebagai fenomena historis yang terus ditafsirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Vattimo, sekularisasi bukanlah ancaman bagi agama, melainkan sebuah proses pengosongan diri dari klaim kekuasaan metafisik (kenosis), yang memungkinkan iman untuk hadir dalam bentuk kasih yang lemah dan dialogis. Pemikiran lemah memungkinkan iman dipahami bukan sebagai kepatuhan terhadap kebenaran tunggal, tetapi sebagai ruang interpretasi yang terus bergerak dalam sejarah. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa konsep iman pascametafisik Vattimo memberikan kontribusi penting bagi filsafat agama kontemporer, terutama dalam membebaskan iman dari otoritarianisme metafisik. Namun, reduksi iman menjadi etika kasih yang lemah juga menimbulkan ketegangan, khususnya mengenai kemampuan penelitian ini untuk mempertahankan dimensi transendensi dan relasi dengan Yang Ilahi. Kata-kata kunci: nihilisme, ontoteologi, pensiero debole, sekularisasi, kenosis, agama pascamodern, interpretasi, transendensi, perspektivisme.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat |
| Depositing User: | ThM .- |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 10:29 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 10:29 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2574 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
