Utami, Ayu (2026) Partikularitas Geertz, & Dialog Agama-Kepercayaan. Basis, 75 (03-04). pp. 17-23. ISSN 0005-6138
|
Text (Cover, contents, article)
BASIS75-0304-AYU.pdf - Published Version Download (9MB) |
Abstract
Tidak tepatlah untuk mendekati kebudayaan secara objektif, dalam arti memerikan dari luar belaka seperti pada pendekatan positivistik. Kebudayaan adalah suatu konsep semiotis. Karena itu , kebudayaan harus didekati dari dalam pemaknaan para pelakunya, melalui suatu "lukisan mendalam" atau pemerian kental atau thick description oleh etnolog. Masyarakat Maroko didominasi oleh alam keras dan etos tribal yang agresif. Masyarakat Indonesia terbentuk dalam alam subur dan alam pikir Hindu-Buddha serta kepercayaan sebelumnya. Meski sama-sama berkarakter mistik, rasa dan gairah --moods and motivations-- Islam yang berkembang di kedua tempat itu berbeda kontras. Jika dibandingkan, Islam di Maroko keras dan agresif, sedangkan Islam di Indonesia pasif dan berkelindan dengan seni berciri Hindu-Buddha.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat |
| Depositing User: | ThM .- |
| Date Deposited: | 23 Mar 2026 17:04 |
| Last Modified: | 23 Mar 2026 17:04 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2535 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
