Atawolo, Andreas B. and Borgias, Fransiskus (2023) Kekatolikan Redup Karena Sekularisme? Argumen Apologetik Jean-Luc Marion. Focus, 4 (2). pp. 181-198. ISSN 2722-6336; 2723-2855
|
Text
FOCUS_KEKATOLIKAN REDUP.pdf Download (397kB) |
Abstract
Artikel ini menyajikan argumentasi-apologetik Marion tentang kematangan Katolik dalam menghadapi sekularisme. Marion meyakini bahwa sekularisme, yang berdampak pada dekadensi moral dan hegemoni kekuasaan politik sekuler, tidak memadamkan semangat Katolik tetapi menjadi sebuah momen Katolik—kesempatan bagi gereja untuk memberikan kesaksian tentang radikalitas cinta. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan membandingkan hasil studi teologis Marion dengan beberapa studi dan penelitian teolog lainnya (seperti Balthasar, Kevin Hart, dan Peter-Ben Smit), setelah membaca kritis argumen teologis mereka. Hasilnya dapat diuraikan dalam beberapa poin dialektis argumen teologis berikut. Gereja Katolik memiliki pengalaman matang dalam menjalani komunitas cinta berdasarkan cinta yang murah hati dari Sang Bapa. Gereja menunjukkan tanggung jawabnya di dunia sambil merenungkan Kota Allah yang sempurna. Gereja tidak anti-politik tetapi pada saat yang sama tidak mengikuti hegemoni kekuasaan. Sepanjang sejarah, gereja telah berjuang untuk membuat pemisahan yang jelas antara agama dan negara. Gereja merangkul dunia dengan dua lengannya, yaitu Firman dan Ekaristi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity |
| Depositing User: | AGC |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 02:42 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 06:59 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2494 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
