Injil dan Inkulturasi.

Magnis-Suseno, Franz (2007) Injil dan Inkulturasi. In: Theology Course - Driyarkara School of Philosophy, 1 March 2007, Jakarta. (Unpublished)

[img] Text (Theology Course Material)
2007-MAR-1-ECT-Inkulturasi.pdf - Accepted Version

Download (5MB)

Abstract

Inkulturasi sebagai masalah teologis sudah muncul dalam Ki­sah para rasul, misalnya dengan pertanyaan, apakah orang-orang Yunani yang mau dibaptis harus menerima adat Yahudi tentang sunat. Masalah ini menjadi amat aktual –meskipun wak­­tu itu dibahas dengan teologi yang tidak memadai dan ak­hirnya menghasilkan salah satu kegagalan paling tragis da­lam sejarah misi, larangan kepada orang Katolik Tionghoa, di abad ke-18, untuk menghormati para leluhur. Di Cina (Matteo Ricci) dan di India (de Nobili SJ) sebagian besar Serikat Yesus men­dukung inkulturasi, tetapi ditentang oleh ordo-ordo lain yang menganggap inkulturasi sebagai pengkhianatan terha­dap In­jil. Sejak abad ke-20 perlunya inkulturasi tidak lagi di­ragu­kan dalam Gereja (dan larangan penghormatan terha­dap lelu­hur di Cina ditarik kembali oleh Paus Pius XI). Namun mak­sud, jang­kauan dan implikasi inkulturasi tetap masih diperta­nya­kan.

Item Type: Conference or Workshop Item (Lecture)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion

B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
Divisions: Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat
Depositing User: ThM .-
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:44
Last Modified: 21 Sep 2026 03:44
URI: http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2752

Actions (login required)

View Item View Item