Magnis-Suseno, Franz (2003) Kematian. Adakah Kehidupan Sesudahnya? In: Philosophy Course - Driyarkara School of Philosophy, 22 September 2003, Jakarta. (Unpublished)
|
Text (Philosophy Course Material)
2003-SEP-22-ECF-Kematian, Kehidupan Sesudahnya.pdf - Accepted Version Download (2MB) |
Abstract
Karena itu filsafat bisa menerima kedua kemungkinan: bahwa sesudah hidup, jadi dengan kematian, seseorang itu memang habis, tidak ada lagi. Dan sebaliknya, bahwa ia hidup terus. Dalam identitas personalnya. Meskipun tidak mungkin ditentukan dengan lebih rinci dalam bentuk apa. Tetapi itu sudah cukup. Orang yang karena keyakinan agamanya percaya akan kehidupan sesudah kematian, tidak mempercayai sesuatu yang dilihat dari nalar tidak masuk akal. Yang secara filosofis sangat sulit ditampung adalah segala macam tradisi dan bayangan tentang "roh almarhum" yang masih gentayangan dsb. Ceritera tentang hantu. Filsafat paling-paling dapat mengatakan bahwa rupa-rupanya ada lebih banyak daripada yang dapat dipertanggungjawabkan oleh rasionalitas biasa.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Speech) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat |
| Depositing User: | ThM .- |
| Date Deposited: | 20 Sep 2026 09:50 |
| Last Modified: | 20 Sep 2026 09:50 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2745 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
