Filsafat Negara Plato.

Magnis-Suseno, Franz (2002) Filsafat Negara Plato. In: Philosophy Course - Driyarkara School of Philosophy, 28 January 2002, Jakarta. (Unpublished)

[img] Text (Philosophy Course Material)
2002-JAN-28-EC-Filsafat Negara Plato.pdf - Accepted Version

Download (748kB)

Abstract

Karl Popper (The Open Society and its Enemies) menggam­barkan Plato sebagai sang ideolog yang mau memimpin ne­gara menurut idea-idea abstrak – yang dilawan Aristoteles yang berpandangan pragmatis. Tetapi penafsiran Popper ini dianggap tidak kena pada Plato. Memang, menyusun konsep kenegaraan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang sa­ma sifatnya dengan para dewa, sebagaimana diakui Plato sen­diri, mesti menjadi godaan untuk menyusunnya menurut se­buah ideologi apriori. Tetapi Plato sangat sadar bahwa kon­sepsinya tidak dapat praktekkan. Ia berpendapat bahwa perlu manusia tahu bagaimana kehidupan bersama seharusnya. Nah itulah yang dilakukan oleh Plato. Sedangkan dalam ke­nya­­­­taan, meskipun Plato berpendapat bahwa "pemimpin ba­ik" lebih penting daripada "undang-undang baik" –paham yang ditolak Aristote­les,- namun ia sadar bah­­wa yang nyata mung­kin adalah "negara terbaik kedua". Pan­dang­­an seorang realis.

Item Type: Conference or Workshop Item (Lecture)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat
Depositing User: ThM .-
Date Deposited: 19 Sep 2026 13:37
Last Modified: 19 Sep 2026 13:37
URI: http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2744

Actions (login required)

View Item View Item