Telaah Kritis Atas Ontologi Dan Penilaian Moral Igor Primoratz Terhadap Terorisme: Berkaca Pada Terorisme Di Indonesia.

Hukom, Marthinus (2026) Telaah Kritis Atas Ontologi Dan Penilaian Moral Igor Primoratz Terhadap Terorisme: Berkaca Pada Terorisme Di Indonesia. Doctoral thesis, Driyarkara School of Philosophy.

[img] Text (Parts of Dissertation: Titlepage, abstract, contents, First Chapter, Bibliography)
DISERTASI-HUKOM.pdf - Accepted Version

Download (24MB)
[img] Text (Dissertation Summary)
RingkasanDisertasi.pdf - Accepted Version

Download (13MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari problem konseptual dalam definisi terorisme yang dirumuskan oleh Igor Primoratz, khususnya terkait korban, tujuan tindakan, dan kemungkinan pembenaran moral. Ketidakjelasan ini menunjukkan adanya celah dalam menjelaskan fenomena terorisme secara komprehensif, terutama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan merumuskan definisi alternatif yang lebih memadai secara konseptual dan normatif. Dengan menggunakan pendekatan teori empat penyebab dari Aristoteles dan filsafat tindakan, penelitian ini menganalisis terorisme dari dimensi subjektif (kesadaran serta intensi pelaku) dan objektif (struktur tindakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terorisme adalah penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan sengaja terhadap target simbolis yang menyebabkan ketakutan masif sebagai sarana mencapai tujuan politik, ideologi, agama, dan ekonomi. Dengan demikian, terorisme dipahami sebagai praktik komunikatif yang memanfaatkan ketakutan sebagai instrumen strategis. Evaluasi moral terhadap definisi Primoratz dilakukan melalui pendekatan deontologi, etika perang, dan konsep hak asasi manusia. Analisis ini menegaskan bahwa terorisme tidak dapat dibenarkan secara moral dalam kondisi apa pun karena menyerang nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia yang diakui secara universal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kekerasan terhadap aparat penegak hukum tetap dikategorikan sebagai terorisme jika memenuhi unsur esensialnya. Terorisme oleh aktor negara memiliki bobot moral lebih serius karena mencerminkan kegagalan perlindungan terhadap warga. Penelitian ini mengkritik definisi Primoratz yang menghasilkan batasan longgar dan membuka ruang pembenaran dalam kondisi ekstrem. Dengan memanfaatkan teori struggle for recognition dari Axel Honneth, penelitian ini juga menjelaskan dimensi motivasional pelaku. Kontribusi utama penelitian ini adalah perumusan definisi terorisme yang lebih ketat sekaligus berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia dalam strategi kontra-terorisme di Indonesia. Kata Kunci: Terorisme; Empat Penyebab; Filsafat Tindakan; Struggle for Recognition

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JZ International relations
U Military Science > U Military Science (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat
Depositing User: ThM .-
Date Deposited: 07 Aug 2026 04:05
Last Modified: 07 Aug 2026 04:05
URI: http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2681

Actions (login required)

View Item View Item