Hernawan, Budi (2026) Menggereja di Tanah Papua yang Sudah Dikoyak-Koyak. In: Gereja di Tengah Masyarakat, Dialog, dan Perdamaian di Tanah Papua. Seri 1, Seri 1 . Keuskupan Jayapura, Jayapura, Papua, pp. 47-54. ISBN 62-8937-0588-074
|
Text (Cover, Titlepage, Contents, Article)
2026-MENGGEREJA DI TANAH PAPUA.pdf - Published Version Download (1MB) |
Abstract
Sejak tahun 1945, kita menderita banyak kesukaran dan kekurangan di Indonesia. Akan tetapi kesukaran itu diberi kompensasi rasa-bangga karena telah tercapai kemerdekaan. Lain halnya di Irian Barat! Waktu Belanda, Rakyat Irian Barat tidak merasa dijajah. Sedangkan sejak Republik Indonesia masuk di Irian Barat, mereka merasa dijajah, ditindas dan diisap habis-habisan. Di Manokwari bergerak Organisasi Papua Merdeka (OPM). Organisasi ini makin lama makin meluas. Penangkapan, pemukulan terhadap orang tahanan, penembakan, tindakan sewenang-wenang dari beberapa anggauta ABRI hanya menimbulkan kebencian.
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity A General Works > B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat |
| Depositing User: | ThM .- |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 05:57 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 05:57 |
| URI: | http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/2531 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
