Roger Scruton: Hasrat Seksual dan Cinta Erotis.

Situmorang, Boston Gunawan (2022) Roger Scruton: Hasrat Seksual dan Cinta Erotis. Masters thesis, Driyarkara School of Philosophy.

[img] Text (Titlepage, Contents, Abstract, First Chapter, Bibliography)
BostonSitumorang.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Tesis ini bertujuan menganalisa pemikiran Roger Scruton tentang dikotomi hirarkis (di mana yang satu bernilai lebih tinggi dibanding yang lain) yaitu antara cinta erotis dan hasrat seksual yang terjadi pada pemikiran Plato hingga pemikir abad modern seperti Freud dan Kant beserta implikasi dari adanya dikotomi hirarkis tersebut. Plato menganggap bahwa sifat kebinatangan merupakan kendaraan utama dari hasrat seksual. Cinta erotis, di lain sisi, dijelaskan sebagai sifat manusia sebagai makhluk rasional. Analisa tesis ini bersumber pada teori filsafat seks Scruton dalam bukunya Sexual Desire. Scruton berpandangan bahwa tidak ada dikotomi hirarkis antara cinta erotis dan hasrat seksual. Dalam gairah seksual kita mengenali pasangan kita dengan intensionalitas interpersonal, hasrat mendorong ke dalam suatu aktivitas seksual. Cinta erotis dapat dirasakan dalam pengalaman akan gairah seksual. Tindakan dengan intensionalitas seperti meraba, mencium, membelai, menurut Scruton dapat menjadi ekspresi cinta lewat karakter epistemik yang disebar dan dialirkan bersama dengan gairah seksual yang terjadi. Jadi, Scruton tidak melihat adanya konflik ataupun perlunya membuat dikotomi tajam antara cinta dan hasrat seksual. Menurut Scruton, pembedaan antara hasrat seksual dan cinta erotis ini mempunyai implikasi moral. Implikasi moral dari pembedaan tersebut yaitu orang lain tidak lagi didekati sebagai pribadi, tetapi hanya sebagai alat kesenangan, dan manusia hanya dianggap dan diperlakukan sebatas benda oleh orang lain. Oleh karena itu, Scruton melihat bahwa sangat penting adanya kesalingan/timbal-balik yang terjadi, ada respons terhadap seorang individu kepada individu lain, dan bukan hanya sensasi nikmat. Kata-kata Kunci: Intensionalitas, gairah seksual, hasrat seksual, cinta (eros), seks, ekspresi sukarela/ekspresi tidak disengaja (involuntary expression), kecantikan, hubungan interpersonal, kenikmatan seksual, moralitas seksual, fantasi, kecabulan (obscene), penyimpangan seksual, pornografi, masturbasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions: Program Pascasarjana > Program Pascasarjana Filsafat
Depositing User: ThM .-
Date Deposited: 06 Sep 2023 04:09
Last Modified: 06 Sep 2023 04:09
URI: http://repo.driyarkara.ac.id/id/eprint/1221

Actions (login required)

View Item View Item